Rabu, 08 Januari 2014

TGS Vclass 2 : Analisi Kinerja Sistem

Pretest

Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian’ ke konsep 'proses pencapaian tujuan'. Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut…

Jawab :
Berdasarkan perkembangan di bidang manajemen SDM tersebut, konsep pengendalian internal juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian inetern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan,tetapi terletak dilapisan bawah.
Mereka yang deket dengan konsumenlah yg paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yg serasi dibutuhkan seorang manajer yg berfungsi sbg konduktor.  Manajer tersebut tidak luga hrs memiliki pengetahuan teknis seperti yg dimiliki pemain orkesnya,  tetapi yg diperlukan hanya seorang yg mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.

Postest

Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus. Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan…

1. Integritas Sistem
- Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user 
- Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable 
Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan 
Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan 
Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan 
- Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh


2. Manajemen Sumber Daya 
 Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem 
Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar. 
Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan

3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem 
Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem 
Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.

4. Backup dan Recovery 
Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

5. Contigency Planning 
Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman 
- terhadap fasilitas pemrosesan SI 
- Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical  application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

6. System S/W Support 
 Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasiDengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya
Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)

7. Dokumentasi 
 Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem - Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi
Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

8. Pelatihan atau Training 
Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya 
Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan

9. Administrasi 
Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan 
Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.

10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
 Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi
Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
- Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi

11. Operasi
Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
- Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
- Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

12. Telekomunikasi
 Review terhadap logical and physical access controls,
-  Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI)
 Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan  komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran  telekomunikasi.

13. Program Libraries
Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development
- Terdapat review atas prosedur quality assurance.

14. Application Support
 Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
 Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek,proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
- Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC  yang digunakan.

15. Microcomputer Controls
 Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,
Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar